
Nunukan, 6-11 April 2026 – Dalam pelaksanaannya, diklat BST KLM memberikan pembekalan terkait keselamatan dasar di atas kapal, meliputi teknik penyelamatan diri, pencegahan dan penanggulangan kebakaran, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), serta prosedur keselamatan pelayaran. Sementara itu, program SKK 60 Mil difokuskan pada peningkatan kemampuan navigasi dan keterampilan dasar pelayaran bagi nahkoda kapal layar motor dengan wilayah pelayaran terbatas hingga 60 mil laut.
Dalam sambutannya, Wakil Direktur II Politeknik Pelayaran Barombong Dr. H. Irwan, S.H., M.Mar.E yang mewakili Direktur menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor maritim.
“Melalui pelaksanaan diklat BST KLM dan SKK 60 Mil ini, kami berharap para peserta dapat meningkatkan kompetensi, keterampilan, serta kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran. Hal ini sangat penting guna mendukung terciptanya pelayaran yang aman, tertib, dan profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Kegiatan pembukaan diklat ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kab. Nunukan Hermanus, S.Sos yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di bidang pelayaran. Selain itu, turut hadir pula Kepala KSOP Nunukan serta Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan sebagai bentuk sinergi antara instansi pusat dan daerah dalam mendukung peningkatan keselamatan pelayaran. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat oleh Politeknik Pelayaran Barombong di Kabupaten Nunukan.
“Kami menyambut baik pelaksanaan diklat BST KLM dan SKK 60 Mil ini sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia maritim di Kabupaten Nunukan. Diharapkan para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi dan keselamatan dalam bekerja di laut,” ungkapnya.
Selain penyampaian materi secara teori, peserta juga mengikuti sesi praktik yang dipandu oleh instruktur dan dosen berpengalaman, sehingga mereka dapat memahami secara langsung penerapan prosedur keselamatan dan navigasi di lapangan




