“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir batin”

Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin “Taqobalallahu minna wa minkum..”

Barombong, Segenap Civitas Akademika Politeknik Pelayaran Barombong, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin “Taqobalallahu minna wa minkum..”

TIPS “MENCUCI MASKER KAIN”

#AyoKePoltekpelBarombong #BecomingSmartBarombongMaritimePolytechnic

Disaat pandemi Covid-19 penggunaan masker kain menjadi pilihan alternatif bagi kalangan masyarakat untuk mencegah penularan virus corona. Selain dinilai lebih mudah didapatkan dan ekonomis, masker kain juga dapat dicuci dan dipakai lagi. Berikut tips bagi sobat #poltekpelbarombong

bagaimana mencuci masker kain agar tetap aman dan awet dipergunakan kembali.

@kemenhub151

@budikaryas

@bpsdmp151

@sugihardjo_242

#AyoKePoltekpelBarombong #BecomingSmartBarombongMaritimePolytechnic

Memperingati Hari Bumi Sedunia 22 APRIL 2020 di Tengah Pandemi, Ini yang Bisa Kita Lakukan

Menyambut hari bumi sedunia 2020 tanggal 22 April, ada banyak yang bisa dilakukan untuk jaga bumi

Barombong, Tanggal 22 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Bumi sedunia. Pada hari tersebut, masyarakat dunia selalu diingatkan untuk menjaga bumi dari kerusakan akibat pemanasan global, sampah yang menumpuk, serta kualitas udara yang terus menurun.

Tahun ini, peringatan hari bumi tidak bisa berjalan seperti biasa, mengingat pandemi yang masih melanda berbagai negara. Di Hari Bumi 2020, kita tidak bisa melakukan gotong royong dengan tetangga untuk membersihkan sampah, atau menggelar acara berkumpul bersama komunitas peduli lingkungan.

Meski begitu, bukan berarti usaha untuk menjaga lingkungan bisa dikesampingkan. Masih ada cara-cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk memperingati Hari Bumi tahun ini dan mungkin tahun-tahun selanjutnya hingga pandemi ini benar-benar selesai.

Cara memperingati Hari Bumi di tengah pandemi

Wabah virus corona yang tak kunjung reda membuat kita harus pintar-pintar memodifikasi cara untuk melakukan kegiatan tertentu, termasuk dalam memperingati Hari Bumi. Berikut ini, langkah yang bisa Anda lakukan untuk memperingatinya sambil tetap menjaga kesehatan dari rumah.

Menanam pohon untuk peringati hari bumi 2020
Menanam pohon di rumah untuk peringati hari bumi 2020

1. Tanam satu tanaman di rumah

Pohon berguna untuk memberikan oksigen dan udara bersih untuk manusia. Ia juga bisa dijadikan sumber makanan sekaligus memerangi perubahan iklim. Jadi, menanam pohon di rumah bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga bumi kita.

Anda bisa memulainya dengan memelihara tanaman hias atau tanaman-tanaman kecil di pot yang benihnya banyak tersedia dan bisa dibeli secara online. Menanam pohon juga bisa menjadi salah satu aktivitas yang bisa dilakukan bersama dengan keluarga, terutama anak, agar ia tidak bosan selama harus berdiam diri di rumah.

2. Kurangi emisi karbon dengan perbanyak makan sayur

Tahukah Anda jika meluasnya peternakan merupakan salah satu penyebab berkurangnya lahan hutan alami? Selain itu, proses beternak, mulai dari memelihara hewan hingga pengolahannya sampai siap dipasarkan, bisa menyumbangkan lebih banyak karbon dioksida ke udara sehingga emisi karbon yang merusak lingkungan bisa meningkat.

Karena itu, salah satu cara untuk melindungi bumi adalah dengan mengubah pola makan menjadi lebih banyak mengonsumsi sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Anda bisa memulainya secara perlahan dengan mengurangi sedikit demi sedikit jumlah daging yang dimasak dan dikonsumsi.

3. Olah sisa sampah sayur dan buah jadi pupuk

Sisa sayuran yang Anda masak tadi, juga bisa kembali dimanfaatkan untuk menjadi pupuk kompos. Anda bisa menggunakan pupuk ini untuk menyuburkan pohon yang ditanam untuk memperingati Hari Bumi. Untuk membuat kompos, Anda bisa menyimpan sisa sayuran di dalam wadah makanan lalu menyimpannya di bawah tempat cuci piring, balkon rumah, atau bahkan freezer.

4. Kurangi penggunaan plastik

Sampah plastik tidak bisa hancur dengan sendirinya dalam jangka waktu ratusan bahkan ribuan tahun. Sehingga, apabila tidak didaur ulang, sampah-sampah ini hanya akan memenuhi tempat pembuangan sampah atau berujung mengotori laut, dan mengancam kehidupan banyak biota laut.

Daur ulang sampah plastik untuk peringati hari bumi sedunia
Daur ulang sampah plastik yang ada di rumah

5. Daur ulang sampah plastik di rumah

Untuk ikut mengurangi tumpukan sampah plastik, Anda bisa mendaur ulang botol bekas minuman, atau tempat makan yang didapatkan dari delivery makanan. Anda bisa mengolahnya jadi pot tanaman atau tempat lilin.

Anda juga bisa menjadikan kegiatan daur ulang sebagai aktivitas yang menyenangkan bagi anak. Ambil botol-botol bekas yang sudah tidak terpakai dan ajak anak untuk melukis botol atau mewarnainya sesuka hati, menjadikannya pajangan, atau menyulapnya menjadi perhiasan seperti kalung atau gelang warna-warni.

6. Batasi penggunaan air

Membatasi penggunaan air juga baik untuk menjaga cadangan air bersih dan mengurangi aliran air kotor ke laut. Anda bisa memulainya dengan tidak terus menyalakan keran air saat mandi dan hanya menyalakannya saat akan digunakan.

7. Hemat listrik

Menghemat penggunaan listrik selain bisa mengurangi biaya yang harus dibayarkan, juga perlu dilakukan untuk menjaga bumi. Dengan mengurangi penggunaan energi listrik, maka asap beracun yang dihasilkan oleh tempat pengolahan energi listrik bisa berkurang.

Asap serta cara pengolahan energi listrik secara keseluruhan dapat merusak lingkungan dan sumber daya alam di sekitarnya. Sehingga untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi, Anda bisa mulai dengan mencabut kabel listrik yang tidak digunakan dan mematikan lampu di siang hari.

Selain langkah-langkah di atas, salah satu yang paling berpengaruh untuk menjaga kesehatan lingkungan adalah dengan mengurangi polusi dan membatasi penggunaan kendaraan bermotor. Namun berhubung saat ini sedang diberlakukan larangan untuk bepergian, maka polusi di kota-kota besar di dunia pun mulai bekurang.

Catatan dari SehatQ

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Bumi sedunia 2020. Meski saat ini tengah terjadi pandemi, ada baiknya kita tetap peduli dan melakukan langkah-langkah yang bisa membantu melindungi planet kita dari kerusakan.

Tidak harus dengan langkah yang besar, Anda bisa mulai menjaga lingkungan dengan cara sederhana di rumah. Hasilnya mungkin tidak akan langsung terlihat. Namun jika kebiasaan baik ini dilakukan terus secara konstan, maka Anda sudah menciptakan dunia yang lebih sehat untuk kehidupan anak dan cucu kelak.

dilansir catatan SehatQ https://www.sehatq.com/artikel/memperingati-hari-bumi-di-tengah-pandemi-ini-yang-bisa-kita-lakukan

Selamat Ulang Tahun, Ibu RA. Kartini! 21 April 2020

Raden Ajeng Kartini. Hari kelahirannya, 21 April diperingati sebagai Hari Kartini setiap tahun

POLTEKPEL BAROMBONG– Hari ini 141 tahun lalu, tepatnya 21 April 1879, Raden Ajeng Kartini lahir di Rembang, Jawa Tengah. Hari lahirnya, 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini setiap tahunnya. Selamat ulang tahun, Ibu Kartini! RA Kartini dikenal sebagai pejuang emansipasi perempuan. Meskipun mengalami banyak rintangan saat memperjuangkan kesetaraan untuk perempuan, Kartini dapat membuktikan bahwa peran perempuan sangat besar.  Mari mengenang sosok RA Kartini dan perjuangannya.

SOSOK KARTINI

Kartini berasal dari sebuah keluarga ningrat Jawa. Ayahnya merupakan seorang Bupati Jepara yang bernama Raden Mas Ario Adipati Sosroningrat. Sementara, ibunya adalah putri dari seorang guru agama di Teluwakur, Jepara, yang bernama M.A Ngasirah. Kakek Kartini adalah Pangeran Ario Tjondronegoro IV, yang menjadi bupati di usianya yang baru menginjak 25 tahun.  Selain terpandang, Kartini juga berasal dari keluarga yang dikenal cerdas. Kakak Kartini, Sosrokartono, dikenal sebagai orang yang ahli dalam bidang bahasa. Di zamannya saat itu, belum banyak perempuan yang dapat memperoleh pendidikan seperti saat ini. Hingga menginjak usia 12 tahun, Kartini memperoleh pendidikan di ELS (Europes Lagere School). Di ELS, murid-murid diwajibkan berbahasa Belanda pada kesehariannya. Kartini pun menyukai pelajaran bahasa Belanda tersebut.  Akan tetapi, menurut tradisi Jawa, anak perempuan harus tinggal di rumah sejak usia 12 tahun hingga menikah. Oleh karena itu, ia pun dipingit dan harus tinggal di rumah.

PERJUANGAN KARTINI

Meskipun tak lagi bersekolah, Kartini tetap memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan. Ia terus belajar, membaca, dan menulis.  Dalam masa itu, Kartini juga mengisi waktunya dengan mengajar membatik abdi-abdi perempuan dan gadis-gadis kecil hingga membuka sekolah kerajinan putri di kabupaten khusus untuk putri bangsawan kota itu.

Sekolah kerajinan ini juga dikelola bersama kedua saudaranya, RA Kardinah dan RA Rukmini, Pada periode tahun 1896 hingga 1903, Kartini menuliskan pemikirannya lewat tulisan yang dimuat oleh majalah perempuan di Belanda yang bernama De Hoandsche Lelie, De Nederlandasche Taal, De Gida, dan Soerabainsche Nieus Handelsblad. Selain itu, ia juga saling berkirim surat dengan teman-temannya yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Abendanon. Menurut surat tertanggal 19 Oktober 1903 kepada Abendanon, Kartini menuliskan bahwa ia akan menikah. Acara pernikahan tersebut berlangsung pada 8 November 1903. Kartini  menikah dengan seorang bangsawan Rembang bernama KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada 1903. Meski telah menikah, Kartini tidak menghentikan perjuangannya untuk membela hak-hak perempuan. Suaminya juga mengerti akan keinginan Kartini dan memberikan kebebasan padanya.  Dari pernikahannya ini, RA Kartini memiliki anak pertama sekaligus anak terakhirnya yang bernama Soesalit Djojo Adhiningrat pada 13 September 1904.  Namun, empat hari setelah melahirkan, tepatnya pada 17 September 1904, Kartini mengembuskan napas terakhir di usianya yang baru menginjak 25 tahun.

SURAT-SURAT KARTINI

Perjuangan Kartini banyak diketahui melalui surat-surat yang ditinggalkan olehnya.  Setidaknya ada 106 surat Kartini kepada para sahabatnya. Sebagian surat Kartini dipilih dan diterbitkan pertama kali pada tahun 1911 dalam buku Door Duisternis tot Lict oleh pejabat Belanda, JH Abendanon yang mengenal Kartini dengan dekat dan keluarga Bupati Jepara. Buku tersebut pun dicetak ulang sebanyak empat kali hingga tahun 1923. Cetakan kelima pada tahun 1976 merupakan edisi baru yang diperluas dengan tambahan surat Kartini yang tidak diterbitkan pada edisi I.

Abendanon kemudian juga menulis artikel tentang Kartini Les Idees d’une Jeune Javanaise (Pikiran-pikiran Perempuan Muda Jawa) pada tahun 1913 dalam majalah Perancis L’Asie Francaise. Terjemahan surat-surat Kartini terbit dalam Bahasa Perancis tahun 1960. Edisi Inggris pertama terbit di New York tahun 1920 berjudul Letters of a Javanese Princess terjemahan Agnes L Symmers, dengan kata pengantar oleh sastrawan Belanda, Louis Couperus, yang mengalami beberapa kali cetak ulang. Edisi berbahasa Melayu, terbit tahun 1922 dalam seri Volkslectuur (Bacaan Rakyat) di Jakarta. Edisi tersebut memuat pilihan tertentu dari surat-surat Kartini yang ada dalam edisi Belanda di bawah judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Terjemahan dilakukan oleh empat orang Indonesia dengan kata pengantar oleh Abendanon sendiri.

RA Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional pada 2 Mei 1964. Penetapan ini dilakukan oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964. Selain itu, tanggal lahir RA Kartini pada 21 April juga diperingati sebagai Hari Kartini. Peringatan ini bertujuan untuk menghormati jasa-jasanya dalam memperjuangkan emansipasi perempuan Indonesia. Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia…

dilansir Harian Kompas.com

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “21 April, Selamat Ulang Tahun, Ibu Kartini…”, https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/21/060600665/21-april-selamat-ulang-tahun-ibu-kartini-?page=3.
Penulis : Vina Fadhrotul Mukaromah
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

“PENGUMUMAN” No. D.015/PUKP.08/IV/MKS.2020 Tentang PENUNDAAN PELAKSANAAN UJIAN KEAHLIAN PELAUT (PUKP) PERIODE 20-24 APRIL 2020, PUKP-08 BAROMBONG MAKASSAR

Menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nomor HK.01/MENKES/257/2020 Tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019/ COVID-19, dan Surat Edaran Dewan Penguji Keahlian Pelaut Nomor DPKP/UM/159/IV/2020 Tentang Pelaksanaan Ujian Keahlian Pelaut Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019/ COVID-19 pada Wilayah Kerja Pelaksanaan Ujian Keahlian Pelaut (PUKP), Berikut surat edaran tsb terlampir;