
Jakarta, 20 November 2025 – Politeknik Pelayaran Barombong menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penguatan Relevansi dan Arah Strategis Visi dan Misi Politeknik Pelayaran Barombong dalam Menyongsong Pendidikan Pelayaran Berbasis Artificial Intelligence dan Daya Saing Global.” Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan gagasan dan rekomendasi konstruktif dalam menghadapi dinamika kemaritiman modern.
Dalam laporan penyelenggaraan, dijelaskan bahwa tujuan utama FGD ini adalah melahirkan pemikiran dan rekomendasi yang realistis, visioner, serta dapat diimplementasikan untuk memperkuat arah pengembangan Poltekpel Barombong ke depan. Masukan dari para narasumber yang kompeten di bidang kepelautan, teknologi, dan pendidikan diharapkan menjadi bekal berharga dalam menyusun langkah strategis institusi sebagai lembaga pendidikan pelayaran yang modern, profesional, dan berdaya saing global.
Kegiatan FGD ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, di antaranya:
1. Dr. Capt. Ilham Ashari, S.Si.T., M.M., M.Mar – Kabid Pelatihan, Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut
2. Prof. Dr. Ir. Era Purwanto, M.Eng – Guru Besar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
3. R. Adhimaskin Kusumawardhani, S.E., M.M., M.Mar.E – Expert Maritime
Bertindak sebagai moderator: Capt. Joe Ronald Bokau Kurniawan, M.T., M.Mar., PhD.
Direktur Politeknik Pelayaran Barombong, Capt. Sidrotul Muntaha, M.Si., M.Mar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai momentum pembaruan kebijakan institusi. “Saya berharap melalui FGD ini, akan lahir gagasan dan rekomendasi yang konstruktif, realistis, dan visioner. Masukan dari para narasumber yang kompeten pada hari ini tentu menjadi bekal berharga bagi kita dalam memperkuat arah pengembangan Poltekpel Barombong sebagai lembaga pendidikan pelayaran yang modern, profesional, dan diakui di tingkat global.” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya transformasi pendidikan pelayaran untuk menjawab tantangan revolusi industri maritim, peningkatan standar keselamatan, serta kompetensi SDM yang semakin berbasis teknologi.







